Melangkah Bersama : Mengatasi Stunting Dan KEK Melalui Kolaborasi Lintas Sektor

NGRAMBE-Di balik lembah hijau yang memikat di Kecamatan Ngrambe, sebuah gerakan tanpa tanding melawan dua musuh tak terlihat sedang merajalela: Stunting dan KEK (Kurang Energi Kronis). Tidak lagi bersikap pasif, komunitas dari berbagai sektor bergerak bersama-sama, membentuk jaringan solid yang menguatkan upaya mereka. Stunting adalah kondisi dimana pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak terhambat karena kekurangan gizi yang berkepanjangan, terutama pada masa kritis pertumbuhan awal, yaitu pada 1.000 hari pertama kehidupan (dari kehamilan hingga usia 2 tahun). Anak yang mengalami stunting biasanya memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari yang seharusnya, mengalami kekurangan berat badan, dan berpotensi memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi serta performa kognitif yang lebih rendah. Stunting tidak hanya dipengaruhi oleh asupan gizi yang kurang, tetapi juga faktor-faktor seperti sanitasi yang buruk, penyakit berulang, dan stimulasi yang kurang dalam lingkungan pertumbuhannya.

Sementara KEK atau Kekurangan Energi Kronis merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan energi secara kronis karena asupan kalori yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme sehari-hari. KEK biasanya terjadi karena pola makan yang tidak seimbang, dimana asupan energi yang diperoleh dari makanan tidak cukup atau tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh. Akibatnya, orang yang mengalami KEK cenderung merasa lemah, kehilangan berat badan secara signifikan, dan dapat mengalami gangguan kesehatan lainnya seperti penurunan sistem kekebalan tubuh, risiko tinggi terhadap infeksi, dan masalah kesehatan lainnya. KEK dapat terjadi pada siapa saja, namun seringkali terkait dengan kondisi sosial-ekonomi yang rendah, pola makan yang tidak sehat, atau ketidakmampuan untuk mengakses makanan yang bergizi.

Pada mulanya, langkah pertama diambil oleh Puskesmas setempat. Mereka memahami bahwa pendekatan holistik diperlukan untuk melawan masalah ini. Tim medis bekerja keras untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan perawatan kesehatan pra dan pasca-kehamilan. Mereka tak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga bertindak sebagai agen perubahan sosial.



Namun, perubahan nyata terjadi ketika jajaran Kecamatan menyatukan kekuatan dengan lembaga dan institusi lain di Kecamatan Ngrambe. Kemitraan antara Puskesmas, PL KB, dan dinas pendidikan membawa sinergi yang luar biasa. Mereka menyadari bahwa pendekatan interdisipliner adalah kuncinya. PL KB membantu dalam penyuluhan keluarga berencana, memastikan keluarga memiliki jumlah anak yang dapat mereka tanggung dengan baik. Di samping itu, dinas pendidikan memastikan bahwa anak-anak mendapat akses pendidikan yang berkualitas, yang pada gilirannya membuka pintu untuk pengetahuan tentang gizi yang tepat.

Tidak berhenti di situ, peran Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan Babinkamtibmas (Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) juga sangat vital. Mereka membawa pesan-pesan penting ini langsung ke rumah-rumah, memastikan bahwa tidak ada satu pun keluarga yang terpinggirkan dalam upaya pengentasan stunting dan KEK. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pilar kepercayaan dalam masyarakat.

Camat Ngrambe Kusnu Heri Purwanto, yang juga turut langsung memberikan perhatian kepada para warga target pengentasan, memberikan tanggapannya “Kami sangat bangga dengan upaya kolaboratif yang telah dilakukan oleh berbagai pihak dalam mengatasi masalah stunting dan KEK di Kecamatan Ngrambe. Ini bukti nyata bahwa dengan kerja sama lintas sektor, kita dapat mencapai hasil yang luar biasa. Kami berterima kasih kepada semua yang terlibat, mulai dari Puskesmas, PL KB, dinas pendidikan, hingga Babinsa dan Babinkamtibmas, yang telah berjuang bersama-sama untuk kesejahteraan masyarakat. Kami yakin bahwa dengan semangat ini terus berlanjut, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.”

Dengan semangat bersama, mereka mengubah lanskap kesehatan dan gizi di Ngrambe. Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Mereka tidak lagi terhalang oleh bayang-bayang stunting dan KEK. Kecamatan Ngrambe menjadi teladan bagi wilayah lain, bahwa dengan kerjasama lintas sektor, tantangan apapun dapat diatasi.

Author

  • Amin Yoga Urama adalah abdi negara pelaksana pengelolaan kesejahteraan sosial di Kecamatan Ngrambe yang tak kenal lelah. Melalui dedikasinya yang luar biasa, ia membuktikan bahwa satu individu dapat membuat perbedaan signifikan dalam menciptakan dunia yang lebih adil dan sejahtera untuk semua.

    View all posts