Sosialisasi dan Pembentukan DRPPA SAPA 2026 di Ngrambe Dorong Perempuan Berdaya Anak Terlindungi

NGRAMBE-Kegiatan Sosialisasi dan Pembentukan DRPPA SAPA 2026 di Ngrambe digelar pada Selasa, 7 April 2026, di Pendopo Kecamatan Ngrambe oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Kabupaten Ngawi. Acara ini dihadiri Camat Ngrambe Dhanang Wahyudi Priyanto bersama Ketua TP PKK Felliana Dhanang, sebagai upaya memperkuat perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan melalui pembentukan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) serta layanan SAPA.

Penguatan Komitmen Perlindungan Perempuan dan Anak

Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mendorong terwujudnya lingkungan yang aman dan inklusif. Selain itu, pembentukan DRPPA dan SAPA diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan sosial yang dihadapi perempuan dan anak di tingkat desa.

Camat Ngrambe, Dhanang Wahyudi Priyanto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga peran aktif masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara perangkat desa, kader, dan masyarakat menjadi kunci utama.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Ngrambe, Felliana Dhanang, turut mengajak seluruh peserta untuk berperan aktif dalam mendukung program ini. Ia menilai bahwa pemberdayaan perempuan harus berjalan seiring dengan perlindungan anak agar tercipta keluarga yang kuat dan sejahtera.



Peran DRPPA dan SAPA di Tingkat Desa

DRPPA merupakan program yang berfokus pada penciptaan desa yang responsif gender dan ramah anak. Program ini mencakup berbagai aspek, mulai dari perlindungan hukum, akses pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan.

Di sisi lain, SAPA hadir sebagai layanan yang memberikan pendampingan dan perlindungan bagi perempuan dan anak yang mengalami permasalahan sosial. Dengan adanya SAPA, diharapkan setiap kasus dapat ditangani secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, peserta juga mendapatkan pemahaman teknis mengenai implementasi program di lapangan. Dengan demikian, diharapkan terbentuk tim yang solid dalam menjalankan DRPPA dan SAPA di wilayah masing-masing.

Menuju Ngrambe Ramah Perempuan dan Anak

Ke depan, Pemerintah Kecamatan Ngrambe menargetkan terbentuknya desa-desa yang benar-benar ramah perempuan dan peduli anak. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan berkeadilan. Dengan dukungan semua pihak, program DRPPA dan SAPA diyakini mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan.


Langkah Nyata untuk Masa Depan

Sosialisasi dan pembentukan DRPPA SAPA 2026 di Ngrambe bukan sekadar agenda seremonial. Sebaliknya, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun sistem perlindungan perempuan dan anak yang lebih kuat. Dengan komitmen bersama, Ngrambe diharapkan mampu menjadi wilayah yang benar-benar mewujudkan perempuan berdaya dan anak terlindungi.

Author

  • Nanik Widyastuti telah membuktikan dirinya sebagai pelaksana kebijakan yang berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan umum. Melalui pelaksanaan pengembangan kebijakan yang terukur dan efektif, Nanik berfokus pada peningkatan aksesibilitas dan keberlanjutan layanan publik. Keterlibatannya dalam proyek-projek inovatif, seperti implementasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, mencerminkan komitmen pada transformasi positif.

    View all posts